Heryph's Weblog


Produk PT. Habbatussaudah International
30 Juni 2009, 4:47 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Habbat’S dipilih sebagai merek untuk produk-produk yang diproduksi oleh PT Habbatussauda International, untuk lebih mengingatkan dan menekankan pada bahan utama yang dipergunakan yaitu  HabbatussaudaAdapun konsep produk pada tahap awal ditekankan pada tiga hal yaitu :

  1. Food Suplemen  (makanan kesehatan) yang  dikonsumsi sehari-hari, berfungsi untuk memelihara kesehatan, meningkatkan stamina dan  daya tahan tubuh (membentuk sistem imunitas tubuh) yang  mampu untuk mencegah berbagai macam penyakit.  Adapun produknya terdiri dari :
    1. Habbat’S  V-Plus (Kapsul  Habbatussauda + Madu + Minyak Zaitun)
    2. Habbat’S Kid Honey (Madu untuk anak : Madu + Minyak Habbatussauda + Minyak Zaitun)
    3. Habbat’S Honey (Madu Mesir : Madu bunga Habbatussauda)
    4. Habbat’S  Café (Kopi Habbatussada , Tanpa Kafein)
  1. Obat sekaligus Suplemen Kesehatan, dikonsumsi  untuk membantu mengobati berbagai macam penyakit  sekaligus meningkatkan sistem imunitas tubuh. Adapun produknya  :
    1. Habbat’S Kapsul (Kapsul Habbatussauda)
    2. Habbat’S Sehat (Kapsul  Habbatussauda + Madu + Minyak Zaitun)
    3. Habbat’S Oil ( Minyak Habbatussauda + Minyak Zaitun)
    4. Habbat’S Oil Drops (Minyak Habbatussauda)
  1. Suplemen Stamina suami istri, yang khusus dikonsumsi untuk meningkatkan stamina dan gairah bagi pasangan suami istri : Habbat’S X-Plus

KEUNGGULAN PRODUK HABBAT’S

  1. Menggunakan bahan dasar habbatussauda dengan kualitas terbaik – ( Habbatusauda Baladi – Mesir), Minyak Zaitun Tursina, Madu Arab Mesir,  dan didapat langsung dari sumbernya  sehingga harga lebih kompetitif dan kontinuitas lebih terjamin.
  2. Menggunakan Kapsul tumbuhan (Vegetable Capsule –VCAPS), lebih mudah dicerna dan dijamin kehalalannya
  3. Sudah dilengkapi dengan legalitas dari Badan POM RI, dan paten merek Habbat’S , sehingga menjamin keamanan produk secara medis dan keamanan dari peniruan produk.


Habbatussaudah (Nigella Sativa)
4 November 2008, 4:00 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized | Tag:

TENTANG NIGELLA SATIVA.

Selama berabad-abad, minyak dan herba Black Seed telah digunakan oleh jutaan orang di Asia, Timur Tengah, dan Afrika untuk menjaga kesehataannya. memiliki aroma, bentuk yang sama seperti biji wijen, namun berwarna hitam, black seed telah digunakan secara tradisional untuk berbagai keperluan dan penyembuhan penyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan, perut dan saluran pencernaan, gangguan pada lambung dan liver, sistem kekebalan tubuh, dan untuk menjaga kesehatan secara baik.

Black Seed dikenal juga dengan Black Cumin, Black Caraway Seed, Habbatul Baraka (the Blessed Seed-biji yang mengandung berkah), dan bahasa latinnya “Nigella Sativa”.

Sejak tahun 1959, telah lebih dari 200 studi dari Universitas international dan artikel yang dipublikasikan dalam bermacam jurnal ilmiah membuktikan pangkuan terhadap produk yang telah digunakan secara tradisional sejak 1400 tahun yang lalu ini. Meskipun Black Seed murni adalah produk yang sangat efektif, namun demikian banyak penelitian telah dilakukan untuk membuat campuran dengan produk lainnya untuk memberikan efek yang lebih baik.

Black Seed kaya akan komposisi kimia yang sangat beragam. Selain kandungan utamanya, crystalline nigellone, Black Seed mengandung 15 macam asam animo, protein, karbo hidrat, keduanya dalam bentuk fixed oils (84% asam lemak, termasuk linolenic dan oleic), dan minyak volatile, alkaloids, saponin, dan crude fiber, juga mengandung bermacam mineral seperti : kalsium, sodium dan potasium. Selain itu, masih banyak kandungan penting lainnya yang belum teridentifikasi, sementara penelitian terhadap produk ini masih terus berlangsung di seluruh penjuru dunia.



Mudik ke Surabaya dengan Kijang doyok
29 Oktober 2007, 7:27 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Hari raya Idul Fitri 1428H ini, kami berniat mudik ke Surabaya. Dua lebaran sudah kami sekeluarga tidak pulang ke Surabaya, karenanya keinginan untuk pulang tersebut sangat kuat, istilahnya “rindu berat”. Dua bulan sebelum bulan Romadhon, kami sudah memikirkan bagaimana caranya kami bisa mudik ke Surabaya, dari persiapan waktunya, dananya, sampai dengan transportasinya. Untuk waktunya sepertinya tidak ada masalah karena saya bisa mengambil cuti selama 10 hari kerja (atau 2 pekan). Dan Alhamdulillah liburan sekolah anak-anak sesuai dengan rencana cuti saya. Untuk dana, Alhamdulillah kami mendapat rejeki dari arisan, sehingga urusan dana bisa diatasi. Berlanjut ke masalah transportasi, ini yang agak memerlukan pemikiran lebih. Melihat kondisi transportasi di hari raya, apakah kereta api, bis maupun pesawat, pasti membutuhkan usaha lebih keras untuk mendapatkannya dan juga harga tiket pasti lebih mahal. Alhamdulillah kami sudah memiliki mobil kijang doyok tahun 1986, memang mobil tua, tetapi orang ngomong mobil ini masih kuat untuk diajak ke Surabaya. Akhirnya dengan mengucapkan Bismillah dan niat silaturahmi ke orang tua maka kami bertekad membawa kijang doyok tersebut ke Surabaya. Sebelum mudik kami membawa kijang doyok ini ke bengkel untuk diperiksa kelayakannya. Ternyata masih banyak bagian-bagiannya yang perlu diganti karena sudah rusak, maklum sudah tua. Setelah mobil diservis dan kondisinya sudah lebih baik maka kami bersiap-siap untuk perjalanan mudik ke Surabaya. Oh iya, posisi jok mobil dipindah sehingga ada tempat kosong di tengah untuk tempat tidur anak-anak.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya diputuskan perjalanan ke Surabaya dimulai hari Senin dini hari jam 02.00 tanggal 8 Oktober 2007. Tidak banyak persiapan yang kami lakukan, kami hanya mempersiapkan bekal makanan dalam perjalanan. Sekitar jam 01.30 kami bangun dari tidur yang pada waktu itu hujan rintik-rintik, yang sebenarnya menambah nikmat tidur. Tetapi kami paksakan untuk bangun karena kami berniat melakukan perjalanan yang baik, silaturahim ke orang tua. Kami bangunkan anak-anak, yang sebenarnya masih lelap dengan tidurnya. Tapi kami paksakan mereka dengan rencana anak-anak bisa pindah tidur di mobil. Peserta mudik ke Surabaya ini semua ada 9 orang yaitu saya, istri dan 4 anak kami (Arif, Hanan, Ibrahim dan si kecil Fauzan) serta adik ipar dan 2 anaknya.  Sekitar jam 02.15 WIB kami berangkat dari rumah dengan mengucapkan bismillah dan membaca do’a perjalanan. Alhamdulillah rumah kami di Puri Gading, dekat dengan pintu tol JORR yang menuju ke tol Cikampek. Sebelum memasuki tol, kami mengisi bensin lebih dulu, penuh, sekitar 32 lt. Kemudian kami memasuki tol JORR yang situasinya belum ramai, mobil saya kemudikan dengan santai tidak buru-buru, di belakang anak-anak sudah tidur lagi. Perjalanan di tol Cikampek biasa-biasa saja, kecepatan rata-rata 70 Km/jam, kijang doyok akan mendahului mobil lain jika memang kondisi jalan aman. Tetapi mendekati Cikampek, hujan mulai turun dan tambah deras. Dalam hati saya khawatir dengan si Kijang doyok ini karena belum pernah mobil ini menempuh perjalanan jauh dalam kondisi hujan, khawatir mogok. Sampai di gerbang Cikampek masih hujan dan waktu menunjukkan jam 04.00 wib. Kami putuskan berhenti di depan kantor Jasamarga untuk makan sahur. Memang kami berencana tetap melakukan puasa romadhon, anak-anak juga kami bangunkan untuk makan untuk menjaga stamina meskipun mereka tidak puasa. Waktu anak-anak bangun, Arif, anak pertama kami menanyakan, apakah sudah nyampe Surabaya, kami bilang belum, masih jauh. Setelah sahur kami mencari masjid untuk sholat subuh, Alhamdulillah tidak jauh dari pintu tol ada masjid dan kami berhenti untuk sholat. Selain untuk sholat subuh, kondisi ini kami manfaatkan juga untuk istirahat, kami pikir anak-anak akan jenuh jika di dalam mobil terus. Terbukti anak-anak tertawa senang setelah masuk ke dalam masjid yang Alhamdulillah pengurusnya tidak keberatan anak-anak bermain di masjid. Setelah sholat subuh, saya rasakan kantuk yang nggak bisa ditahan, maklum tidak biasa keluar malam. Saya ngomong ke istri, mau istirahat sebentar dan jaga anak-anak jangan sampai mengganggu orang sholat.  Kemudian saya mencari tempat untuk istirahat, waktu menunjukkan jam 05.00. Setelah beberapa saat memejamkan mata, anak-anak membangunkan saya, tadinya umminya melarang, tapi saya sudah terlanjur bangun. Saya lihat sudah jam 06.00 berarti saya sudah tidur selama 1 jam, rasanya cuman sebentar, tapi memang badan lebih segar tidak ngantuk lagi.  Saya tanya ke istri, memang tadi aku tidur ya, katanya… pulas. Saya lihat anak-anak dan istri sudah mandi dan mereka kelihatan segar tidak kelihatan capek. Kemudian saya buru-buru mandi setelah itu siap-siap melanjutkan perjalanan. Waktu telah menujukkan jam 06.30 dan kami siap-siap berangkat, sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus masjid.

Karena hari sudah pagi maka lalu lintas sudah ramai, bis dan angkot sudah banyak. Suasana ini kontras sekali dengan semalam yang sepi sehingga menjadi pemandangan yang menyenangkan buat kami yang memang baru pertama kali melakukan perjalanan dengan mobil ke Surabaya. Kemudian dengan takjub kami melihat banyak sekali pemudik bersepeda motor yang sedang berisitrahat, wajah mereka masih cerah belum kelihatan capek, mungkin karena perjalanannya belum jauh. Mereka berisitirahat untuk minum, makan atau juga mengisi bensin. Tidak berapa jauh kami juga melihat lagi kumpulan pemudik sepeda motor yang beristirahat. Kami berpikir berarti banyak sekali orang yang mudik naik sepeda motor. Sepanjang jalan kami juga berbarengan dengan pemudik yang lain dan jumlahnya juga banyak. Kebanyakan mereka mendahului si kijang doyok karena memang mobil ini nggak bisa lari lebih kencang dari 70 km/jam, lebih dari itu bodinya bergetar. Tiba-tiba saya dengan suara klakson di belakang, saya lihat ternyata ada kijang doyok lain warna putih. Dan mobil itu dengan santainya menyalip mobil kami yang kecepatannya saat itu 70 km/jam, berarti kecepatan mobil itu antara 80-90 km/jam. Kemudian disusul di belakangnya kijang innova yang berusaha menyalip tetapi tidak berhasil. Dalam hati saya senang, ada teman sesama kijang doyok yang larinya masih kenceng. Sekitar jam 09.30 kami memasuki tol Kanci Cirebon dan istirahat di tempat istirahat Tol. Saat istirahat ini anak-anak makan pagi dan ternyata istri saya juga makan, katanya nggak kuat karena harus menyusui si kecil Fauzan. Saya berpendapat nggak pa-pa istri tidak puasa dalam kondisi seperti ini.

Selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan lagi dan sampe di kota Tegal pas adzan Zhuhur. Kami berpikir enaknya istirahat di mana, sekalian ngerjakan sholat Zhuhur. Kemudian kami ingat bahwa teman kami (tetangga) rumahnya di Tegal dan mereka sudah mudik duluan. Saya telpon dia dan mereka mengundang kami datang ke rumahnya, kami senang sekali karena bisa ketemu teman, silaturahmi dan istirahat di rumah.